Laporan Penetapan Berat Jenis Tanah

BAB 1

PENDAHULUAN

                          A. LATAR  BELAKANG

        Particle density (penetapan jenis tanah hutan)merupakan berat tanah kerimg persatuan volume partikel-partikel (padat) tanah (jadi tidak termasuk volume pori-pori tanah. Partikel density di nyatakan dalam berat volume tanah.pada umumnya kisaran partikel density padat tanah mineral kecil adalah 2,6-2,93 gran /cm3.hal ini di sebabkan adanya mineral kuarsa dan silikat koloida yang merupakan komponen tanah sekitar angka tersebut.

       Besarnya ukuran partikel-partikel tanah tidak mempengaruhi partikel density(penetapan berat jenis tanah hutan) dan ini merupakan salah satu sebabmengapa tanah pada lapisan atas mempunyai partilel density yang lebih rendah dari lapisan bawahnya.dan jelasnya bahwa dengan pengaruh kandungaan bahan organik yang lebih tinggi mempunyai nilai partikel density(penetapan berat jeni tanah hutan) yang rendah di bandingtanah yang mengandung bahan organik yang rendah,nilai partikel densitynya akan semakin tinggi partikel density penting diketahui karena pengaruh tentang sifat dan jenis tanah suatu tanah dalam areal pertanian akan membuat manusia berusaha lebih meningkatkan hasil produksinya,misalnya dalam mengetahui jenis tanahnya,maka kita akan dapat menentukan apa yang sesuai pada areal tersebut dan cara perolehannya.

        Berdasarkan uraian di atas maka perlu di lakukan pengamatan untuk mengetahui nilai partikel density agar kita dapat menentukan media tumbuh yang cocok untuk tanaman yang akan di budidayakan.

                  B.TUJUAN

     1. Untuk mengetahui cara menetapkan berat jenis tanah hutan

     2. Untuk mengetahui berat jenis tanah di bawah tegakkan hutan

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

               A.PENETAPAN BERAT JENIS TANAH HUTAN

       Penetapan berat jenis tanah hutan adalah berat tanah kering persatuan volume partikel-partikel(padat)tanah (jadi tidak termasuk volume pori-pori tanah).tanah mineral mempunyai partikel density(penetapan berat jenis tanah hutan) hardjowigeno,2010.

      Dalam menentukan kepadatan partikel tanah,pertimbangan hanya di berikan untuk partikel yang kuat.oleh karena itu kepadatan partikel setiap tanah merupakan suatutetapan dan tidak bervariasi menurut jumlah ruang partikel.hal ini di defenisikan sebagai masa tiap unit volume parrtikel tanah dan sering kali dinyatakan dalam g/cm3.untuk kebanyakan tanah mineral kerapatan partikelnya rata-rata sekitar 2,6 g/cm3 (Foth,1994).

     Kerapatan partikel(bobot partikel) adalah bobot masa partikel padat persatuan volume tanah,biasanya tanah memiliki kerapatan partikel yaitu 2,6 g/cm3.kerapatan partikel erat hubungannya dengan kerapatan masa.hubungan partikel dan kerapatan masa dapat menentukan pori-pori pada tanah(Hanafiah,2005).partikel density dinyatakan dalam berat (g tanah persatuan volume cm3) tanah. jadi bila 1cm3 padatan tanah beratnya 2,6 g,maka partikel density tanahnya tersebut adalah 2,6 g/cm3(Pairunan,1985).

       Pada umumnya kisaran berat jenis tanah hutan tanah-tanah mineral kecil adalah 2,6-2,93 gr/cm3.hal ini di sebabkan mineral kuarsa,dan silikat koloida yang merupakan komponen tanah sekitar angka tersebut.jika dalam tanah terdapat mineral-mineral berat seperti magnetik ,garnet,sirkom,tourmaline.besar ukuran dan cara teraturnya partikel tanah tidak dapat berpengaruh dengan penetapan berat jenis tanah hutan,ini salah satu penyebab lapisan atas mempunyai nilai partikel densitu yang lebih rendah di bandingkan dengan lapisan bawahnya karena banyak mengandung bahan organik(Hakim,1986).

               B.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT JENIS TANAH HUTAN

Beberapa faktor yang mempengaruhi penetapan berat jenis tanah hutan antara lain :

  1. Tekstur,tekstur tanah dapat di artikan sebagai penampilan fisual suatu tanah berdasarkan komposisi kualitatif dari ukuran butiran tanah dalam suatu masa tanah tertentu.tekstur tanah menunjuka komposisi partikel penyusun tanah(Hanafiah,2005).
  2. Struktur merupakan gumpalan-gumpalan kecil alami dari tanah,akibat melekatnya butir-butir primer tanah satu sama lain.cold juga merupakan gumpalan tanah tetapi terbentuknya bukan Karena proses(Hanafiah,2005).

BAB 3

METODE PRAKTIKUM

                 A. WAKTU DAN TEMPAT

        Kegiatan praktikum di laksanakan pada hari kamis ,08 oktober 2020 pukul 08.00 -12.00,di LAB Perencanaan Hutan Fakultas Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

                 B.ALAT DAN BAHAN

        Alat dan bahan yang di gunakan dalam praktikum penetapan berat jenis tanah hutan adalah timbangan,labu ukur 100 ml,kompor listrik/hot plate,beaker glas, dan bahan yang di gunakan adalah tanah hutan, tanah pertanian dan air.

                C.PROSEDUR KERJA

1.Didihkan air dalam gelas beaker kemudian dinginkan

2.Timbang labu ukur yang masih kosong(a gram) kemudian isi dengan tanah kering

3.Timbang labu ukur berisi tanah tersebut(b gram)

4.Tambahkan air sampai mengisi ¾ labu ukur kemudian didihkan diatas hot plate atau kompor listrik setelah itu dinginkan.

5.Tambahkan air yang sudah di dinginkan sampai batas volume,kemudia timbang labu beserta isinya(c gram)

6.Mengeluarkan isi labu dan di cuci.kemudian di isi dengan air dingin yang telah didihkan sampai batas volume dan timbang(d gram) untuk mengetahui berat jenis air (y)

                                         Y = d-a/volume air

7.Menghitung nilai berat jenis tanah dengan rumus :

                                     BJ = (b-a)(y)/(b-a)-(c-d)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

               A.HASIL

   Tabel pengamatan berat jenis tanah hutan

SampelBerat aBerat bBerat cBerat d        y  BJ
Tegakan pertanian119,7 gram157,5 gram339,6 gram317,6 gram0,98 g/cm32,34 g/cm3
Tegakan jati119,7 gram215,5 gram355,4gram316,5 gram0,98 g/cm31,649 g/cm3

            B. PEMBAHASAN

    Berdasarkan hasil pengamatan yang di proleh penetapan berat jenis tanah hutan yang di ambil, hasil untuk berat jenis tanah hutan pada sampel tegakan pertanian adalah berat( a) 119,7 gr, berat( b) 157,5 gr,berat( c)339,6 gr,berat( d) 317,6 gr dan tegakan jati berat( a) 119,7 gr,berat( b) 215,5 gr,berat( c) 355,4 gr,berat( d) 316,5 gr.

      Partikel-partikel tanah yang ukuran partikelnya kasar,memiliki nilai berat jenis yang tinggi misalnya pasir,ukuran partikel pasir lebih besar dari pada ukuran liat sehingga berat jenis pasir lebih tinggi dari pada liat dan sebaliknya.bahan organik tanah memiliki berat jenis tanah, semakin banyak kandungan bahn organik tanah,menyebabkan semakin rendahnya berat jenis tanah hutan.

BAB 5

KESIMPULAN

Kesimpulan yang di dapat dari praktikum ini adalah

  1. Berat jenis tanah hutan adalah semakin tinggi bulk density pada suatu tanah maka partikel density tanah tersebut akan rendah
  2. Perbedaan berat jenis tanah hutan di sebabkan karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah hutan kandungan bahan organik semakin tinggi kandungan bahan organik maka tanah akan semakin poros sehingga berat isinya semakin rendah

DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigeno,1987

Hanafiah,2005

Hakim,1986

Pairunan,1985

Baca juga : MAKALAH TENTANG USAHA TAHU TEMPE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.