Manfaat Hutan Pantai

Hutan pantai memiliki fungsi yang bemanfaat bagi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Fungsi hutan pantai, antara lain:

 1. Manfaat Fisik

Hutan pantai memiliki banyak fungsi dalam membantu keseimbangan alam. Secara fisik, fungsi hutan pada wilayah pantai adalah:

  1. Sebagai peredam hantaman gelombang tsunami. Vegetasi hutan seperti mangrove dapat meredam amukan tsunami dengan cara memecah datangnya gelombang air laut, sehingga kecepatan arus laut menjadi lambat, memperkecil volume air laut yang datang ke daerah daratan atau dapat juga hutan pantai berfungsi sebagai kanal, menghambat material air laut yang terbawa arus gelombang tsunami.
  2. Hutan pantai sebagai pereduksi terjadinya abrasi pantai. Vegetasi hutan wilayah pesisir dapat dijadikan stabilisator tanah pantai. Fungsi ini sangat penting, karena jika terjadi abrasi pantai maka kemungkinan besar dapat menyulut terjadinya penyusutan laut menuju daratan. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di daerah pesisir pantai.
  3. Sebagai pelindung ekosistem wilayah daratan dari terpaan angin bahkan badai. Hutan di daerah pantai dapat melindungi bangunan yang ada di wilayah daratan serta melindungi budidaya tanaman yang tumbuh di wilayah daratan dari amukan angin dan badai.
  4. Sebagai pengendali terjadinya erosi pasir pantai.
  5.  Hutan pantai dapat dijadikan wilayah pengontrol siklus air serta proses terjadinya intrusi air laut. Fungsi ini berkaitan dengan adanya mekanisme yang dimiliki oleh hutan pesisir, yaitu mekanisme untuk mempertahankan muka air tanah atau air tawar serta mekanisme untuk mencegah datangnya ai pasang masuk ke sungai.

Manfaat Ekologi

Fungsi hutan di daerah pantai secara ekologi, antara lain:

  1. Hutan pantai dapat dijadikan sebagai habitat berbagai jenis hewan dan tumbuhan.
  2. Hutan pesisir dapat dijadikan tempat bertelur bagi beraneka ragam penyu. Hal tersebut karena hutan ini memiliki tekstur pasir yang mendukung penyu untuk bertelur.
  3. Sebagai tempat pengendali pemanasan global serta perubahan iklim yang terjadi di dunia. Fungsi ini berkaitan erat dimana hutan pantai dapat membantu proses penyerapan karbon dan menjaga iklim mikro.
  4. Sebagai estetika di wilayah perkotaan dimana penanaman tumbuhan pantai di daerah perkotaan dapat memperindah daerah perkotaan serta mampu mencegah terjadinya pencemaran udara.

Manfaat Sosial Budaya

Selain fungsi fisik dan ekologi, hutan pantai juga memiliki fungsi sosial budaya yang juga tak kalah pentingnya bagi kehidupan manusia, yaitu  Sebagai tempat wisata bahari atau wisata kelautan yang layak untuk dikunjungi wisatawan.

  1. Dapat dijadikan sebagai tempat berkemah bagi wisatawan yang ingin lebih dekat dengan daerah pantai.
  2. Sebagai tempat untuk olahraga, seperti olahraga voli pantai, susur pantai, panjat tebing yang ada di daerah pantai bahkan olahraga sepeda menelusuri pantai.
  3.  Hutan pantai sebagai pendukung bahan baku industri kosmetik. Tumbuhan di daerah hutan ini dapat menghasilkan bahan baku kosmetik, seperti ketapang (terminalia cattapa), keben (baringtonia asiatic) dan jenis tumbuhan lainnya yang dapat dijadikan bahan baku kosmetik.
  4.  Vegetasi hutan wilayah pantai dapat dijadikan sumber energi alternatif biodisel, sepert: kranji (pongamia pinnata memil) dan nyamplung (callophyllum inophyllum).
  5.  Vegetasi hutan pantai dapat dijadikan bahan baku obat-obatan, seperti calophyllum cannum dan calophyllum dioscorii sebagai obat untuk anti kanker dan calophyllum lanigerum dapat dijadikan obat untuk anti virus HIV serta beberapa jenis vegetasi lainnya.
  6.  Sebagai penghasil bioenergi yang berasaldari tumbuhan, seperti kayu bakar, arang, kertas, pulp serta bahan bangunan.

Baca juga : Formasi Hutan Pantai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.