Proposal tentang Efisiensi  Modal Kerja dan  Perputaran Modal Kerja dalam Peningkatan Rentabilitas Cahaya Berlian Rent Car

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pada umumnya tujuan perusahaan adalah memperoleh laba yang maksimal. Dengan memperoleh laba yang maksimal, maka perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan dapat terus berkembang serta memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Namun dalam kondisi persaingan yang terus meningkat pada masa sekarang ini, tujuan tersebut tidak mudah dicapai. Manajemen perusahaan dituntut untuk dapat mengelola sumber daya yang dimilikinya dengen lebih efektif dan efisien serta dapat menghasilkan keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam upaya mewujudkan operasi perusahaan yang efisien dalam menghasilkan laba, tidak hanya dapat dilihat dari besar kecilnya jumlah laba yang diperoleh, tetapi dapat dilihat dari rentabilitasnya.

Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu yang dinyatakan dalam prosentase. Rentabilitas suatu perusahaan merupakan perbandingan antara laba yang dihasilkan dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas ini dapat juga digunakan sebagai alat ukur terhadap efisiensi dan efektifitas perusahaan dalam menggunakan modal yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Rentabilitas yang tinggi menunjukkan semakin efisien perusahaan dalam menjalankan operasinya, yang mengartikan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang besar dalam menghasilkan laba.

Rentabilitas menurut Riyanto Bambang  (1995 : 35) adalah suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antar laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

Menurut Munawir S, pengertiam tentang rentabilitas sebagai berikut : rentabilitas atau profitabilitas adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa rentabilitas merupakan pencerminan kemampuan modal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu rentabilitas merupakan pencerminan efisiensi perusahaan dalam menggunakan modal kerjanya. Maka cara menggunakan tingkat rentabilitas untuk ukuran efisiensi suatu perusahaan merupakan cara yang baik.

Perusahaan yang mempunyai usaha rental mobil adalah perusahaan yang menyediakan pelayanan jasa berupa sewa mobil harian, mingguan, bulanan. Dengan membuka usaha rental mobil dapat menjangkau yang tidak mempunyai kendaraan ataupun yang memiliki kendaraan dapat menyewa mobil untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan lainnya. rental mobil ini sangat menguntungkan sekali karena banyak faktor tertentu yang membuat rental mobil banyak diminati. Namun dalam menjalankan usaha ini haruslah memperhatikan berbagai faktor seperti pemasaran, operasional, keuangan dan faktor lain yang berhubungan dengan usaha rental tersebut agar dapat mencapai keuntungan yang optimal dan dapat bertahan menghadapi persaingan.

Dengan adanya peluang usaha yang sangat menguntungkan tersebut menyebabkan banyak pengusaha yang membuka usaha rental mobil di Kefamenanu. Hal ini mengakibatkan bertambahnya jumlah usaha rental mobil sehingga persainganpun semakin meningkat. Oleh karena itu setiap pengusaha yang menjalankan usaha rental mobil haruslah dapat bersaing dengan memperhatikan berbagai faktor seperti  faktor operasional, pemasaran, keuangan dan hal lain yang berhubungan dengan operasional usaha tersebut agar dapat bertahan dan mencapai keuntungan yang diharapkan.

Cahaya Berlian Rent Car merupakan salah satu usaha yang menyediakan pelayanan jasa berupa sewa mobil harian, mingguan dan bulanan. Tujuan dari usaha rental  mobil tersebut adalah mencapai keuntungan yang optimal. Dalam menghadapi persaingan yang semakin tinggi Cahaya Berlian Rent Car berupaya agar usahanya tetap bertahan dan berkembang serta dapat menghasilkan keuntungan yang optimal. Dalam  pengembangan usahanya Cahaya Berlian Rent Car harus melihat pada tingkat rentabilitas usaha tersebut karena dengan meningkatkan rentabilitas akan membawa pengaruh terhadap keuntungan yang dihasilkan. Semakin tinggi rentabilitas maka keuntungan yang dihasilkan semakin besar sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai yaitu mencapai keuntungan  yang optimal.   

Dalam usaha meningkatkan rentabilitas, Cahaya Berlian Rent Car  berusaha  menggunakan modal kerjanya  secara efektif dan efisien dengan memperhatikan seberapa besar perputaran modal kerja tersebut. Semakin cepat perputaran modal kerja maka rentabilitaspun meningkat.

Rentabilitas pada Cahaya Berlian Rent Car diharapkan dapat memberikan keuntungan yang optimal agar kelangsungan usaha rental mobil ini dapat bertahan dan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan yaitu mencapai keuntungan yang maksimal. Namun sampai saat ini Cahaya Berlian Rent Car masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yaitu penggunaan modal kerja yang kurang efisien dan lamanya perputaran modal kerja . Ini dapat dilihat dari lambatnya perkembangan usaha Rental mobil Cahaya Berlian yang akan sangat mempengaruhi kelangsungan usaha dan tujuan dari usaha rental mobil tersebut.

Modal kerja memiliki sifat yang fleksibel, besar kecilnya modal kerja dapat ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan perusahaan. Menetapkan modal kerja yang terdiri dari kas, piutang, persediaan, yang harus dimanfaatkan seefisien mungkin. Besarsnya modal kerja harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan, karena baik kelebihan maupun kekurangan sama-sama membawa dampak bagi perusahaan.

Pengertian modal kerja menurut Gitosudarmo Indriyo (1994 : 33), adalah merupakan kekayaam atau aktiva yang diperlukan oleh perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari-hari.

Sedangkan menurut Alwi Syafarudin (1994:1) Modal kerja mengandung dua pengertian pokok yaitu Gross Working capital yang merupakan keseluruhan dari aktiva lancar dan Net Working Capital yang merupakan selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancar yang secara umum paling tidak 2:1 dan Net Working Capital paling tidak 1:1.

Modal kerja didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari, terutama yang  memiliki jangka waktu pendek. Modal kerja juga diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar. Atau dengan kata lain modal kerja merupakan investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek, seperti kas, Bank, surat berharga, piutang, persediaan, dan aktiva lancar lainnya. Biasanya modal kerja digunakan untuk beberapa kali kegiatan dalam satu periode. Untuk lebih jelas modal kerja Cahaya Berlian Rent Car dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.1. Modal kerja Cahaya Berlian Rent Car Periode 2010 – 2013 Tahun Jumlah Mobil Kas Piutang Pinjaman Bank Jumlah 2010 3 50.000.000,00 10.500.000,00 150.000.000,00 210.500.000,00 2011 4 142.180.000,00 16.100.000,00 150.000.000,00 308.280.000,00 2012 5 376.720.000,00 4.200.000,00 150.000.000,00 530.920.000,00 2013 5 728.520.000,00 5.250.000,00 150.000.000,00 883.770.000,00 Sumber: Cahaya Berlian Rent Car Kefamenanu

Berdasarkan Tabel 1.1 dapat diasumsikan bahwa perkembangan modal pada Cahaya Berlian Rent Car disebabkan oleh meningkatnya jumlah penyewa mobil sehingga keuntungan meningkat dan mempengaruhi modal kerja.

Perkembangan modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2010 modal kerja sebanyak Rp. 210.500.000,- yang berasal dari kas, piutang, utang Bank dan pendapatan sewa dari 3 (tiga) unit mobil, pada tahun 2011 jumlah mobil bertambah menjadi 4 (empat) unit dan dari pendapatan sewa mobil bertambah menjadi Rp.  308.280.000,-, pada tahun 2012 modal kerja bertambah lagi menjadi Rp.530.920.000,- didapat dari bertambahnya hasil sewa  5(lima) unit mobil, dan pada tahun 2013 dari pendapatn sewa 5 (lima) unit mobil modal kerja meningkat menjadi Rp. 883.770.000,-.

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa bertambahnya modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car disebabkan karena jumlah penyewa mobil meningkat sehingga dapat membeli mobil lagi untuk disewakan. Dengan bertambahnya jumlah mobil maka pendapatan sewa mobil tersebut bertambah sehingga modal kerja setiap tahun meningkat.

Setelah memperoleh modal kerja maka selanjutnya adalah penggunanan modal kerja tersebut. Penggunaan modal kerja yang efisien penting guna mendukung pencapaian tujuan usaha. hubungan antara modal kerja dan penggunaan modal kerja sangat erat. Artinya penggunaan modal akan dapat mempengaruhi jumlah modal kerja itu sendiri. Ini dapat dilihat pada penggunaan Modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car yang dapat dilihat pada  tabel 1.2.

  Tabel 1.2.
Penggunaan Modal Kerja
Cahaya Berlian Rent Car
Periode 2010 – 2013
TahunJumlah MobilPenerimaanPengeluaranLaba
20103252.000.000,00159.820.000,0092.180.000,00
20114415.800.000,00181.260.000,00234.540.000,00
20125525.000.000,00173.200.000,00351.800.000,00
20135567.000.000,00254.900.000,00312.100.000,00

          Sumber Data : Cahaya Berlian Rent Car Kefamenanu        

Berdasarkan tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa dari tahun 2010 – 2013 penerimaan bertambah setiap tahunnya. Penerimaan tersebut  berasal dari pendapatan sewa dan piutang. Dari pendapatan yang diperoleh kemudian di gunakan untuk membiayai segala kebutuhan yang berhubungan dengan operasional kendaraan dan biaya lainnya berupa biaya gaji pegawai(sopir), biaya perawatan mesin kendaraan, membayar utang dagang, utang Bank, dan biaya operasional lainnya. Setelah membayar semua biaya tersebut kemudian sisanya adalah  keuntungan / laba.

Pada tahun 2010 Pendapatan sewa dari 3 (tiga ) unit mobil diperoleh sebesar Rp. 252.000.000,- kemudian dipergunakan untuk membiayai gaji pegawai ( sopir), biaya untuk perawatan mesin kendaraan, membayar utang dagang sebesar Rp 159.820.000,- sisanya adalah keuntungan / laba sebesar Rp. 92.180.000,- . Tahun 2011 pendapatan bertambah lagi dari hasil sewa 4 (empat) unit mobil sebesar Rp. 415.800.000,- di kurangi biaya-biaya sebesar Rp.181.260.000,- sehingga keuntungan  menjadi Rp. 234.540.000,- dan pada tahun 2012 dengan  pendapan sewa dari 5 (lima) unit mobil, penerimaan bertambah sebanyak Rp. 525.000.000,-  setelah dikurangi biaya – biaya sebesar Rp.351.800.000,- keuntungan adalah sebesar Rp. 351.800.000,-, Pada tahun 2013, pendapat sewapun bertambah menjadi Rp. 567.000.000,- namun keuntungan yang diperoleh menurun yaitu  Rp. 312.100.000,- disebabkan pengeluaran biaya-biaya yang besar seperti biaya perawatan mesin dan melunasi utang Bank sebesar Rp. 254.900.00,-

Dalam penggunaan Modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car dapat juga dilihat dari perputaran modal kerjanya (Working Capital Turnover). Dengan diketahuinya perputaran modal kerja dalam satu periode maka akan diketahui seberapa efisien modal kerja suatu perusahaan. Jadi dapat dikatakan bahwa perputaran modal kerja  atau Working Capital Turnover merupakan salah satu ratio untuk mengukur atau menilai efisiensi penggunaan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam beberapa periode. Untuk mengukur rasio ini, kita membandingkan antara pendapatan sewa dengan modal kerja atau dengan modal kerja rata-rata.

Apabila perputaran modal kerja  rendah, dapat diartikan perusahaan sedang kelebihan modal kerja. Hal ini mungkin disebabkan karena rendahnya perputaran persediaan, piutang atau saldo kas yang terlalu besar. Demikian pula sebaliknya jika perputaran modal kerja tinggi, mungkin disebabkan tingginya perputaran persediaan, perputaran piutang atau saldo kas yang terlalu kecil.

Perputaran modal kerja dimulai dari saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kas, makin pendek periode perputaran modal kerja makin cepat perputarannya sehingga perputaran modal kerja makin tinggi dan perusahaan makin efisien yang pada akhirnya rentabilitas semakin meningkat. Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan modal yang menghasilkan laba tersebut.

Untuk mengetahui efisien atau tidaknya penggunaan modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car dapat dilihat pada Tabel perputaran modal kerja  dibawah ini :

  Tabel 1.3.
Perputaran Modal Kerja
Cahaya Berlian Rent car
Periode 2010 – 2013
TahunPendapatan SewaModal KerjaPerputaran Modal Kerja
   
2010252.000.000,00210.500.0001,2 kali
2011415.800.000,00308.280.0001,3 kali
2012525.000.000,00530.920.0001 kali
2013567.000.000,00883.770.0001 kali

            Sumber Data : Cahaya Berlian Rent Car Kefamenanu

Perputaran modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car 4 (empat) tahun terakhir tidak stabil. Ini dapat dilihat pada tahun 2010 perputaran modal kerja sebanyak 1,2 kali yang diperoleh dari perbandingan antara pendapatan sewa dan modal kerja, tahun 2011 menjadi 1,3 kali namun pada tahun 2012 dan 2013 mengalami penurunan dengan perputaran modal kerjanya hanya 1 kali. Hal ini  menunjukkan kemungkinan adanya kelebihan  modal kerja yang mungkin disebabkan rendahnya perputaran persediaan, piutang, atau saldo kas yang terlalu besar.

Jadi masalah dalam penelitian pada Cahaya Berlian Rent Car adalah modal kerja belum digunakan secara optimal sehingga tidak efisien. Hal ini dapat mempengaruhi rentabilitas pada Cahaya Berlian Rent car.

Berdasarkan permasalahan diatas maka  penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang ” EFISIENSI  MODAL KERJA DAN  PERPUTARAN MODAL KERJA DALAM PENINGKATAN RENTABILITAS CAHAYA BERLIAN RENT CAR”.

  1. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang permasalahan maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana efisiensi  modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car ?
  2. Bagaimana perputaran modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car?
  3. Bagaimana tingkat  rentabilitas pada Cahaya Berlian Rent Car?
  1. Tujuan Dan Kegunaan PenelitianTujuan
  2. Untuk mengetahui  efisiensi  modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car.
  3. Untuk mengetahui  perputaran modal kerja pada Cahaya Berlian Rent Car
  4. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas pada Cahaya Berlian Rent Car
    1. Kegunaan
  5. Kegunaan teoritis

Sebagai aplikasi ilmu yang didapat khususnya Manajemen Keuangan yang digunakan untuk lebih memahami masalah yang akan di teliti pada Cahaya Berlian Rent Car.

  • Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan berguna untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi serta dapat memberikan alternatif dalam menyelesaikan masalah pada penggunaan modal kerja yg kurang efisien dan rendahnya perputaran modal kerja sehingga mempengaruhi tingkat rentabilitas pada Cahaya Berlian Rent Car Kefamenanu.

  1. Kerangka Pikir

Rentabilitas menurut Nitisemito Alex S. (1999:78) dalam bukunya Pembelanjaan Perusahaan, menyatakan bahwa rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan modal yang digunakan dan dinyatakan dengan persen.

Sedangkan menurut Riyanto Bambang (2001) pengertian rentabilitas yaitu: suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tesebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.

Rentabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal suatu perusahaan dengan memperbandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi perusahaan. Efisiensi penggunaan modal kerja dan perputaran modal kerja sangat mempengaruhi rentabilitas.

Penggunaan modal kerja yang baik adalah efisiensi modal kerja yang dapat dilihat dari perputaran modal kerja yang dimiliki dari asset kas saat diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kas. Makin pendek periode perputaran modal kerja makin cepat perputarannya sehingga modal kerja semakin tinggi dan perusahaan makin efisien yang pada akhirnya rentabilitas meningkat.

Modal kerja menurut Sawir (2005:129), modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari.

Menurut Kolb Burton A. (1983) dalam Sawir (2005:129), modal kerja adalah investasi perusahaan dalam aktiva jangka pendekatau aktiva lancar, tewrmasuk didalamnya kas, sekuritas, piutang, persediaan, dan dalam beberapa perusahaan biaya dibayar dimuka.

Martono dan Harjito D. Agus (2005:80), mengemukaan kebutuhan modal kerja ditentukan oleh perputaran dari komponen-komponen modal kerja yaitu perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan

Riyanto Bambang (2008:62) mengungkapkan mengenai perputaran modal kerja dimulai saat dimana kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas.

Dari pandangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan rentabilitas sangat dipengaruhi oleh penggunaan modal kerja dan perputarannya. Semakin tinggi tingkat rentabilitas maka keuntungan yang diperoleh semakin besar.

Untuk memudahkan peneliti dalam merumuskan masalah yang ada sesuai dengan judul tersebut maka kerangka pikir dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1.1.

Modal Kerja  
Perputaran Modal Kerja  
Rentabilitas        
  1.      Definisi Konsep dan OperasionalnyaRentabilitas

Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari modal yang digunakan pada periode tertentu dan dinyatakan ( diukur ) dalam prosentase.

  • Modal Kerja

Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari aktiva lancar yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan agar berjalan sesuai rencana yang telah disusun

  • Perputaran Modal Kerja

Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah perputarannya dimulai saat kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai kembali lagi menjadi kas dalam periode tertentu, satuan ukurannya adalah kali.

BAB II

LANDASAN TEORI

  • Rentabilitas

Pengertian rentabilitas menurut Harahap Sofyan Syafri (2007) adalah Rasio Rentabilitas atau disebut juga Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya.

Sementara itu menurut Dukat Erwan (1999:3) dalam bukunya Alat-alat Analisa Laporan Keuangan menganggap bahwa rentabilitas adalah tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan dalam mempertahankan kebijaksanaan deviden yang menguntungkan dan mampu menunjukkan kenaikan modal yang stabil dalam waktu bersamaan.

Rentabilitas suatu perusahaan menunjukan perbandingan  antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

Dari sekian pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa rentabilitas dapat juga disebut dengan profitabilitas  yang artinya, prestasi yang dicapai oleh perusahaan dan dinyatakan dalam presentase setelah dibandingkan antara hasil yang dicapai dengan modal yang digunakan. Semakin besar presentasenya maka semakin tinggi presentase keuangan perusahaan tersebut, demikian sebaliknya.

Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan adalah bermacam-macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu dengan lainnya. Apakah yang akan diperbandingkan itu laba yang berasal dari operasi atau usaha, atau laba neto sesudah pajak dengan aktiva operasi, atau laba neto sesudah pajak diperbandingkan dengan keseluruhan aktiva ataukah yang akan diperbandingkan itu laba neto sesudah pajak dengan jumlah modal sendiri.

Dengan adanya bermacam-macam cara dalam penilaian rentabilitas suatu perusahaan, maka tidak mengherankan jika ada beberapa perusahaan yang berbeda-beda dalam cara menghitung rentabilitasnya. Yang penting ialah rentabilitas mana yang akan digunakan sebagai alat pengukur efisiensi penggunaan modal dalam perusahaan yang bersangkutan.

Pada umumnya rentabilitas dibedakan menjadi dua macam yaitu :

  1. Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas Ekonomi adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asingyang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan ternyata dalam presentase.

Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal kerja  dalam suatu perusahaan.

Menurut Swasta Basu dan Sukatjo Ibnu (1999:255), rentabiliras ekonomi merupakan kemampuanuntuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba. Adapun laba yang dimaksud adalah laba operasi, modal dan jumlah aktiva.

Alwi Syafrudin (1999:13) rentabilitas ekonomi adalah salah satu bentuk dari rentabilitas yang dimaksud untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva dan digunakan pada operasi perusahaan untukmenghasilkan keuntungan.

  • Rentabilitas Modal Sendiri

Menurut Riyanto Bambang (1999:37), rentabilitas modal sendiri adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi para pemilik modal sendiridisatu pihak dengan jumlah modal sendiriyang menghasilkan laba tersebut dipihak lain.

Rentabilitas ekonomis dan rentabilitas modal sendiri mempunyai kaitan yang sangat erat dan saling mempengaruhi dalam setiap keputusan yang diambil.

  • Modal Kerja

Pengertian modal kerja pada dasarnya ada dua pendapat yaitu modal kerja dalam artian jumlah keseluruhan aktiva lancar dan modal kerja sebagai kelebihan dari aktiva lancar dengan hutang lancar.

Gitman (2001) menjelaskan bahwa modal kerja adalah jumlah harta lancar yang merupakan bagian dari investasi yang bersirkulasi dari satu bentuk ke bentuk yang lain dalam suatu kegiatan bisnis.

Riyanto Bambang (1995 : 57) mengemukakan modal kerja dapat dibagi menjadi 3 (tiga) konsep yaitu konsep kuantitatif, kualitatif dan fungsional.

1.  Konsep Kuantitatif.

Modal kerja menurut konsep ini menggambarkan keseluruhan atau jumlah dari aktiva lancar seperti kas, surat-surat berharga, piutang persediaan atau  aktiva lancar ini sekali berputar dan dapat kembali ke bentuk semula atau dana tersebut dapat bebas lagi dalam waktu yang relatif pendek atau singkat. konsep ini biasa disebut modal kerja bruto ( Gross Working Capital ). Jadi disini tidak mementingkan kualitas daripada modal kerja sehingga jumlah modal kerja yang besar belum menjamin kelangsungan perusahaan dimasa yang akan datang.

2.  Konsep Kualitatif.

Menurut konsep ini modal kerja dititikberatkan pada  kualitas modal kerja yaitu aktiva lancar terhadap utang lancar. Konsep ini biasa disebut dengan Modal Kerja Neto ( Net Working Capital ). Dengan demikian bila Net Working Capital besar dapat menjamin kelangsungan operasi perusahaan.

  • Konsep Fungsional

Konsep ini dititikberatkan pada  fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan. Pendapatan yang dimaksud adalah pendapatan dalam satu periode accounting (current income) bukan periode berikutnya (future income). Jadi setiap dana yang dipergunakan dalam perusahaan dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan.

Setiap perusahaan dalam menjalankan aktifitasnya membutuhkan sejumlah modal baik modal yang berasal dari pinjaman  maupun modal sendiri. Modal tersebut biasanya digunakan untuk keperluan investasi maupun untuk membiayai modal kerja. Modal yang digunakan untuk keperluan investasi artinya modal ini digunakan untuk membeli atau membiayai aktiva tetap dan bersifat jangka panjang  yang dapat digunakan secara berulang-ulang, seperti pembelian tanah, bangunan, mesin, kendaraan dan aktiva tetap lainnya. Sedangkan modal yang digunakan untuk memebiayai modal kerja artinaya modal yang digunakan untuk pembiayaan jangka pendek, seperti pembelian bahan baku, membayar gaji dan upah, dan biaya operasional lainnya.

Modal kerja didefinisikan sebagai sebagai modal yang digunakan untuk operasional perusahaan sehari-hari terutama yang memiliki jangka waktu pendek. Modal kerja juga diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar.

Menurut Munawir S. (1998 : 16 ) modal kerja yang cukup akan memberikan beberapa keuntungan antar lain :

  1. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.
  2. Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.
  3. Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuik dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi.
  4. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani para konsumennya.
  5. Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langganannya.
  6. Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan

Modal kerja diperlukan berulang-ulang untuk membiayai operasional perusahaan. Oleh karena itu modal kerja membutuhkan penanganan dan perhatian setiap saat sehingga operasional perusahaan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Dari uraian diatas maka dapat diketahui bahwa perusahaan harus memiliki modal kerja yang cukup agar dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan serta terjaganya tingkat rentabilitas perusahaan karena adanya modal yang dapat memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan

  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Modal Kerja

Kebutuhan perusahaan akan modal tergantung  pada faktor-faktor sebagai berikut (Tunggal, 1995 : 96-101):

  1. Sifat atau jenis perusahaan

Kebutuhan modal kerja tergantung pada jenis dan sifat dari usaha yang dijalankan perusahaan.

  • Waktu yang diperlukan untuk memproduksi dan memperoleh barang atau jasa yang akan dijual

Ada hubungan langsung antara jumlah modal kerja dan jangka waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang yang akan dijual pada pembeli. Makin lama waktu yang diperlukan untuk memperoleh barang jumlah modal kerja yang diperlukan makin besar,

  • Cara-cara atau syarat-syarat pembelian dan penjualan

Kebutuhan modal kerja perusahaan dipengaruhi oleh syarat pembelian  dan penjualan. Makin banyak diperoleh syarat kredit untuk membeli bahan maka lebih sedikit modal kerja yang ditanamkan dalam persediaan, sebaliknya makin longgar syarat kredit yang deberikan pada pembeli maka lebih banyak modal kerja yang ditanamkan dalam piutang

  • Perputaran persediaan

Makin cepat persediaan berputar maka makin kecil modal kerja yang diperlukan, pengendalian persediaan yang efektif diperlukan untuk memelihara jumlah, jenis dan kualitas barangf yang sesuai dan mengatur investasi barang dalam persediaan. Disamping itu biaya yang berhubungan denagn persediaan juga berkurang.

  • Perputaran piutang

Kebutuhan modal kerja juga dipengaruhi oleh perputaran piutang. Apabila penagihan piutang dilakukan secara efektif maka tingkat perputaran piutang akan tinggi sehingga modal kerja tidak akan terikat dalam waktu yang lamadan dapat segera digunakan dalam siklus usaha perusahaan.

  • Siklus usaha

Dalam masa prosperti (konjungktur tinggi) perusahaan akan berupaya untuk memebeli barang mendahului kebutuhan untuk memeperoleh harga yang rendah dan memeastikan adanya persediaan yang cukup, sehingga dalam masa tersebut diperlukan modal kerja yang besar. Sebaliknya dalam masa depresi (konjungtur menurun) maka volume usaha turun dan banyak perusahaan harus menukar persediaan dan piutang menjadi uang.

  • Musim

Ada dua macam musim yaitu:

  1. Musim dalam produktif hanya dilakukan dalam bulan-bulan tertentu saja sedangkan dalam bulan lain tidak ada produksi atau sedikit produksinya.
  2. Musim dalam hal penjualan, penjualan dilakukan dalam bulan-bulan tertentu saja sedangkan dalam bulan lain penjualan tidak begitu banyak.

Menurut Riyanto Bambang (1997 : 64), kebutuhan modal kerja tergantung pada dua faktor yaitu :

  1. Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja.

Merupakan leseluruhan atau jumlahdari periode-periode yang meliputi jangka waktu pemeberia kredit, lama penyimpanan bahan mentah, lamanya proses produksi, lamanya barang jadi disimpan digudang dan jangka waktu penerimaan piutang.

  • Pengeluaran kas rata-rata setiap harinya

Merupakan jumlah pengeluaran kas rata-rata setiap harinya untuk kepeluan pembelian bahan mentah, pembayaran upah buruh dan biaya-biaya lainnya.

  • Sumber Modal Kerja

Kebutuhan akan modal kerja mutlak disediakan oleh perusahaan dalam berbagai bentuk. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sumber modal kerja yang dapat dicari dari berbagai sumber yang ada. Namun dalam pemulihan sumber modal harus memperhatikan untung ruginya pemilihan sumber modal kerja tersebut. Pertimbangan ini perlu dilakukan agar tidak menjadi beban perusahaan kedepan atau akan menimbulkan maslah yang tidak diinginkan.

Sumber dana untuk modal kerja dapat diperoleh dari penurunan jumlah aktiva dan kenaikan pasiva.

Beberapa sumber modal kerja yang dapat digunakan yaitu :

  1. Hasil operasi perusahaan

Maksudnya adalah pendapatan atau laba yang diperoleh pada periode tertentu. Pendapatan atau laba yang diperoleh perusahaan ditambah dengan penyusutan. Seperti misalnya cadangan laba, atau laba yang belum dibagi. Selama laba yang belum dibagi perusahaan maka akan menambah modal kerja perusahaan.

  • Keuntungan penjualan surat berharga

Ini juga dapat digunakan untuk keperluan modal kerja. Besarnya selisih antara harga beli dengan harga jual surat berharga tersebut. Namun sebaiknya jika terpaksa harus menjual surat berharga dalam kondisi rugi maka otomatis akan mengurangi modal kerja

  • Penjualan saham

Artinya perusahaan melepas sejumlah saham yang masih dimiliki untuk dijual ke berbagai pihak. Hasil penjualan saham dapat digunakan sebagai modal kerja.

  • Penjualan aktiva tetap

Maksudnya yang dijual disini adalah aktiva tetap yang kurang produktif  atau masih menganggur.hasil penjualan ini dapat dijadikan uang kas ataui piutang sebesar harga jual.

  • Penjualan obligasi

Artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah obligasi untuk dijual kepada pihak lain. Hasil penjualan dapat dijadikan modal kerja

  • Memperoleh pinjaman

Memperoleh pinjaman dari kreditor (bank atau lembaga lain) terutama pinjaman jangka pendek. Khusus untuk pinjaman jangka panjang juga dapat digunakan hanya saja biasa digunakan untuk kepentingan investasi.

  • Dana hibah

Memperoleh dana hibah dari berbagai lembaga. Dana hibah ini juga dapat digunakan sebagai modal kerja. Dana ini tidak dikenakan biaya sebagaimana pinjaman dan tidak ada kewajiban pengembalian.

  • Dan sumber lainnya.

Secara khusus sumber modal kerja dapat dibagi menjadi dua macam :

  1. Pembiayaan permanen

Sumber modal ini merupakan modal yang digunakan untuk memeprtahankan sirkulasi modal perusahaan agar tidak macet atau kesulitan. Sumber utama modal kerja ini adalah modal sendiri namun juka masih kurang dapat ditambahkan dari pinjaman jangka panjang

  • Pembiayaan lancar

Sumber modal ini digunakan untuk membiayai modal kerja variabel yang biasanya terdiri dari dua sumber yaitu :

  1. Modal dari sumber internal
  2. Penyusutan
  3. Kewajiban yang belum jatuh tempo
  4. Cadangan dan laba
  5. Modal dari sumber eksternal terdiri dari
  6. Kredit perdagangan
  7. Pinjaman
  • Penggunaan Modal Kerja

Setelah memperoleh modal kerja maka selanjutnya adalah bagaimana menggunakan modal kerja tersebut. Penggunaan dana yang efisien dan efektif juga sangat penting guna pencapaian tujuan perusahaan. Dalam prakteknya hubungan antar sumber sumber dan penggunaan modal kerja sangat erat. Artinya penggunaan modal kerja dipilih  dari sumber modal kerja tertentu atau sebaliknya. Penggunaan modal kerja akan dapat mempengaruhi jumlah modal itu sendiri.

Penggunaan dana untuk modal kerja dapat diperoleh dari kenaikan aktiva dan menurunnya pasiva. Secara umum bahwa penggunaan modal kerja biasa dilakukan perusahaan untuk tujuan :

  1. Pengeluaran untuk gaji, upah, dan biaya operasi perusahaan lainnya.

Artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar gaji, upah dan biaya operasi lainnya yang digunakan untuk menunjang penjualan.

  • Pengeluaran untuk membeli bahan baku atau barang dagangan.

Artinya ada sejuml;ah bahan baku yang dibeli yang akan digunakan untuk proses produksi dan pembelian barang dagangan yang digunakan untuk dijual kembali

  • Untuk menutupi kerugian  akibat penjualan surat berharga.

Artinya pada saat perusahaan menjual surat berharga namun mengalami kerugian dan ini akan mengurangi modal kerja dan segera ditutupi

  • Pembentukan dana.

Merupakan pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang. Pembentukan dana ini akan mengubah bentuk aktiva dari aktiva lancar menjadi aktiva tetap

  • Pembelian aktiva tetap (tanah, bangunan, kendaraan, mesin, dan lain-lain)

Pembelian ini akan mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar dan timbulnya utang lancar

  • Pembayaran utang jangka panjang (obligasi, hipotik, utang bank jangka panjang).

Artinya ada pembayaran utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo.

  • Pembelian atau penarikan kembali saham yang beredar

Artinya perusahaan menarik kembali saham-saham yang sudah beredar dengan alasan tertentu dengan cara membeli kembali baik untuk sementara waktu maupun untuk selamanya.

  • Pengambilan uang atau barang untuk kepentingan pribadi

Artinya pemilik perusahaan mengambil barang atau uang yang digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam hal ini adanya pengambilan keuntungan atau pembayaran deviden oleh perusahaan.

Penggunaan modal kerja diatas jelas akan mengakibatkan perubahan modal kerja, namun perubahan modal kerja tergantung dari penggunaan modal kerja itu sendiri.

  • Efisiensi Penggunaan Modal Kerja

Manajemen dan pengelolaan modal kerja merupakan hal yang sangat penting agar kelangsungan usaha sebuah perusahaan dapat dipertahankan ( Hanafi , 2005 : 125)

Kesalahan atau kekeliruan dalam penggunaan modal kerja akanmenyebabkan buruknya kondisi keuangan perusahaan sehingga kegiatan perusahaan dapat terhambat atau terhenti sama sekali.

Ratio-ratio yang digunakan untuk mengukur efisiensi modal kerja menurut Sawir, (2001 : 16) adalah :

  1. Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover)

Ratio ini menunjukkan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan untuk modal kerja. Formulasinya adalah sebagi berikut :

WCT = X 100%

  • Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover)

Ratio ini mengukur efisiensipengelolaan persediaan barang. Ratio ini merupakan indikasi yang cukup popular untuk menilai efisiensi operasional, yang memperlihatkan seberapa baiknya manajemen mengontrol modal yang ada pada persediaan, formulasinya adalah sebagai berikut :

Harga Pokok Penjualan

Inventory Turnover = X 100%

  • Perputaran Piutang

Ratio ini menunjukkan efisiensi pengelolaan piutang perusahaan. Semakin tinggi ratio menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah. Formulasinya sebagai berikut :

Piutang

RT = X 100%

  • Perputaran Modal Kerja

Munawir (2004:80) mengemukakan mengenai tingkat perputaran modal kerja dapat diukur dengan menggunakan ratio yaitu diambil dari data laporan Laba Rugi neraca. Untuk menilai keefektifan modal kerja dapat digunakan ratio antara total penjualan dengan jumlah modal kerja rata-rata tersebut (Working Capital Turnover)

Proses perputaran modal kerja akan selalu berjalan selama perusahaan masih beroperasi. Modal kerja berputar terus menerus dalam perusahaan karena dipakai untuk membiayai operasi sehari-hari. proses perputaran modal kerja itu dinamakan lingkaran modal kerja yang akan selalu berputar selama perusahaan merupakan “going Concern’ atau masih berjalan ( Tunggal. 1995 : 91)

Modal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode perputaran modal kerja dimulai dari saat dimana kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas

Makin pendek periode perputaran tersebut maka  perputarannya semakin tinggi atau cepat. Berapa lama perputaran modal kerja tergantung berapa lama periode perputarannya dan masing-masing komponen dari modal kerja tersebut.

  • Pengaruh Efisiensi  Modal Kerja dan Perputaran Modal Kerja Terhadap Rentabilitas

Bagi perusahaan masalah rentabilitas lebih penting dari laba. Oleh karena itu setiap perusahaan selalu memaksimalkan tingkat rentabilitasnya. Laba yang besar bukanlah jaminan bahwa perusahaan tersebut sudah bekerja secara efisien.

Efisiensi penggunaan modal kerja dan perputaran modal kerja sangat mempengaruhi tingkat rentabilitas perusahaan. Apabila perusahaan dapat menggunakan modal kerja dan melakukan pengawasan terhadap perputaran modal kerja tersebut secara tepat kemungkinan besar rentabilitas yang akan diperoleh perusahaan akan meningkat..

Tingkat rentabilitas yang tinggi memang sangat diharapkan oleh pihak perusahaan, karena dengan tingkat rentabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dalam mengelola modal kerja bisa dikatakan berhasil. Selain itu apabila rentabilitas suatu perusahaan tinggi maka keuntungan yang diperoleh perusahaan juga tinggi. Hal ini dikarenakan modal kerja yang dipergunakan dalam aktifitas usaha dalam jumlah yang kecil, akan tetapi perputaran modal kerja dapat dilakukan dengan baik maka dapat meningkatkan rentabilitas perusahaan yang berarti peningkatan keuntungan perusahaan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu penelitian
  1. Tempat

Tempat penelitian adalah Cahaya Berlian Rent Car yang berada di Jl. Imam Bonjol Kota Kefamenanu.

  • Waktu penelitian

Waktu penelitian akan dilakukan selama 1 (satu) bulan yakni bulan April 2014

  • Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan. Menurut Sugiyono (2009:80), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian untuk ditarik kesimpulannya. Berdasarkan definisi diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah usaha rental mobil yang berada di Jl. Imam Bonjol kefamenanu khususnya Cahaya Berlian Rent Car.

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diukur dan diselidiki serta dianggap mewakili populasi tersebut. Dalam penelitian ini digunakan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan dan dari pihak lain  diluar perusahaan, yaitu laporan neraca, laporan rugi laba dan sebagainya.

  • Jenis dan sumber Data
  • Jenis Data
  • Data kuantitatif

Data yang berupa angka – angka dalam hal ini data yang merupakan laporan keuangan seperti Neraca dan Rugi Laba.

  • Data kualitatif

Data yang berupa uraian-uraian mengenai suatu objek.

  • Sumber Data

Sumber data yang diperoleh adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari pihak lain yang berupa laporan keuangan, misalnya laporan neraca, rugi laba dan sebaginya.

  • Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah

  1. Observasi

Teknik yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian, yaitu segala kegiatan yang  berhubungan dengan keuangan

  • Dokumentasi

Teknik yang digunakan dengan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan data dan laporan yang telah dibuat oleh Cahaya Berlian Rent Car.

  • Wawancara

Teknik yang digunakan dengan cara tanya jawab secara langsung keapada responden terkait penggunaan modal kerja,  perputaran modal kerja dan tingkat rentabilitas pada usaha rental

  • Teknik Analisis data

Analisis yang dilakukan dengan menggunakan perhitungan-perhitungan guna mengolah data yang diperoleh dalam penelitian berdasarkan beberapa metode perhitungan dan memberikan penjelasan terhadap data yang diperoleh tersebut.

Adapun metode perhitungan yang digunakan tersebut adalah :

                                                                         Total Penjualan Bersih

  1. Working Capital Turn Over  =    

   Modal kerja rata-rata

  • Analisis Ratio Rentabilitas  

Ratio yang digunakan untuk menganalisa tingkat rentabilitas adalah :

                               Laba sebelum pajak

  1. Rentabilitas ekonomi =                                     X 100%

 Total Aktiva

                                        Laba setelah pajak

  • Rentabilitas Modal sendiri  =                                  X 100%

       Modal Sendiri

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, syafarudin, 1998, Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan, edisi Revisi, Cetakan Kedua, penerbit BPFE, yogyakarta.

Halim, abdul, 2008, Manajemen Keuangan ( Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan), Edisi Kedua, Cetakan Ketiga, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Irianto, agus, 2003, Statistik : Konsep Dasra dan Aplikasi, Kencana Indonesia, Jakrta

Kasmir, SE,MM,2010, Pengantar Manajemen Keuangan, edisi Pertama, cetakan kedua, Penerbit prenada Media, Jakarta.

Munawir,S, 1983, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Cetakan Pertama, Penerbit Liberty, Yogyakarta.

R, Bambang, 1997, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketiga, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Seran, Sirilius, 2011, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi, Gita Kasih, Kupang

Sugiono, 2000, Metodologi penelitian Bisnis, Alfabeta, Jakarta

                2010, Metode Penelitian Bisnis, (Cetakan Kelimabelas), Alfabetha, Jakarta        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.