Proposal tentang Pemasaran Cabai Rawit (Capsicum Frustencens) di Kota Kupang

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

     Cabai ( capsicum annum L )   termasuk salah satu komoditi sayuran yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, karena peranannya yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan domestik sebagai komoditi ekspor dan industri pangan .Cabai juga di gunakan sebagai penyedap masakan dan penambah selera makan tanpa cabai terasa tawar dan hambar (Direktorat Jendral Hortikultura, 2008).

            Cabai Rawit (Capsicum frustescens) di gemari untuk di jadikan bahan bumbu masakan karena memiliki rasa yang sangat pedas di bandingkan cabai besar. Selain itu, cabai rawit dapat  membuat tampilan masakan menjadi cerah dan mampu meningkatkan selera makan (Prajnanta, 2001).

            Cabai merupakan komoditas agribisnis yang besar pengaruhnya terhadap dinamika perekonomian nasional sehingga dimasukkan dalam jajaran komoditas penyumbang inflasi yang terjadi setiap tahun. Angka inflasi tahun 2010 sebesar 6,96 persen dan jenis bahan makanan yang memberikan andil besar dalam inflasi antara lain beras sebesar 29 persen, cabai merah sebesar 0,32 persen, dan cabai rawit sebesar 0,22 persen (BPS 2011). Hal ini karena produk cabai rawit digunakan dalam berbagai produk pangan baik olahan masakan tradisional maupun modern. Hampir seluruh menu masakan Indonesia menggunakan cabai. Selain itu, cabai tidak dapat disubtitusi oleh komoditas lain.                           

Wilayah Kecamatan Amarasi merupakan salah satu daerah yang melakukan kegiatan usaha tani cabai di Kabupaten Kupang. Dimana pada tahun 2013 hasil produksi cabai sebesar 61 kw (6.600 kg) Pada tahun 2014 hasil produksi cabai mengalami peningkatan sebesar 258 kw (25,800 kg), sedangkan pada tahun 2015 hasil produksi cabai masih tetap mengalami peningkatan sebesar 626 kw (62,600 kg).  ( BPS Provinsi Nusa Tengara Timur, 2012 ).

            Pemasaran Cabai Rawit di pasaran Kota Kupang (NTT), mengalami  penurunan menjadi Rp.50.000/kg sebelumnya di jual dengan harga berkisar Rp.70.000 – Rp.80.000/kg, atau mengalami penurunan sekitar Rp.20.000-Rp.30.000/kg.

Berikut merupakan data survei pasar pemasaran cabai rawit di Kota Kupang, di sajikan dalam tabel 1 berikut.

  Tabel 1.1. Data Survei Pasar Pemasaran Cabai Rawit di Kota Kupang.

BulanPasarPermintaan (Kg)/hariHarga/kg (Rp)
November-MaretOeba7045.000
Inpres Naikoten 15047.000

Sumber : Pedagang Pengecer, 2019 (Data diolah)

Berdasarkan data survei pasar pada tahun 2019, tingkat permintaan cabai rawit di Kota Kupang (Pasar Oeba , Pasar Inpres Naikoten) 50-70 kg/hari. Peluang permitaan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa masih ada peluang bagi Penulis untuk melakukan rencana usaha pemasaran cabai rawit di Kupang .

Analisis SWOT adalah suatu proses mengidentifikasi berbagai factor secara sistemasis untuk merumuskan strategi perusahan. Acuan pada logika untuk memaksimakan Kekuatan (strength) ketersedian modal dan infrastruktur yang mendukung. Peluang (opportunities) dalam pemasaran cabai rawit harga dapat di jangkau oleh konsumen. Kelemahan (weaknesses) dalam pemasaran cabai rawit rendahnya produktifitas cabai rawit di Indonesia. Ancaman (threarth) dalam pemasaran cabai rawit adalah banyaknya pesaing yang menguasai pasar.

1.2    Tujuan

            Adapun tujuan dari penyusunan tugas akhir Pemasaran Cabai Rawit adalah sebagai berikut:

  1. Untuk  menerapkan strategi pemasaran cabai rawit
  2. Untuk memprediksi kebutuhan biaya usaha pemasaran cabai rawit, di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
  3. Untuk  memprediksi keuntungan dan kelayakan usaha pemasaran cabai rawit di wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

1.3. Manfaat

Adapun manfaat dari Business Plan Pemasaran buah Cabai Rawit adalah   sebagai berikut :

  1. Bagi penulis, sebagai bahan pembelajaran dalam penyusunan usaha pemasaran cabai rawit dan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri (PUM).
  2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman praktis serta menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan dalam pemasaran cabai rawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.